Home » , , , , , , » Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) : Aktivitas Perusahaan di Keerom jadi Penyebab Berkurangnya Populasi Burung Cenderawasih

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) : Aktivitas Perusahaan di Keerom jadi Penyebab Berkurangnya Populasi Burung Cenderawasih

WARIS (KEEROM) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Distik Waris, Kabupaten Keerom, Lukas Way mengatakan, aktivitas perusahaan kayu dan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Keerom, telah mengusir populasi burung Cenderawasih.

“Hutan menjadi tempat mencari makan dan berburu akhirnya rusak total. Akibatnya burung Cenderawasih yang dulu banyak, tidak ada di sini (Kabupaten Keerom), tapi sudah lari ke wilayah Papua New Guinea (PNG),” tutur Lukas dalam audiens masyarakat adat dengan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom, Selasa (03/09/2013).

Menurut Lukas, kalau satu pohon ditebang, burung-burung lari, semuanya rusak. Sehingga masyarakat adat kuatir nasib kehidupan masyarakat adat saat ini dan anak cucu nanti. “Kami dikemanakan? Sebab orang Keerom hidup tergantung pada alam,” katanya dengan nada tanya dalam pertemuan itu.

Masyarakat yang ada, kata Lukas, tidak akan berpindah dari tempat itu kecuali diusir. “Karena itu, masyarakat adat bersama pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga hutan Keerom. Polisi kehutanan dan masyarakat punya kewajiban jaga hutan,” tuturnya.

Namun menjadi persoalan, menurut Lukas, dinas kehutanan terkesan tidak melindungi hutan. “Kenapa dinas kehutanan diam atas pengerusakan hutan yang ada. Dinas kehutanan juga terkesan tidak peduli dengan perjuangan masyarakat adat untuk menghentikan perusahaan kayu yang beroperasi di Waris. Pertemuan ini yang ketiga kali, tapi tidak ada hasil yang jelas. Puluhan perusahaan terus mencuri kayu,” tuturnya.

Menurut Lukas, jika pemerintah tak peduli dengan perlindungan hutan, pihaknya berjanji akan mengambil tindakan sendiri untuk melindungi hutannya dari pengerusakan. “Hari ini saya janji, saya akan pimpin untuk cari tukang sensow,” tegasnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom, Djoko Susilo mengatakan, pihaknya serba salah dalam menjalankan tugasnya. “Saya ini Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom. Di satu sisi saya mempunyai kewajiban untuk melindungi hutan, namun di lain sisi, saya harus mengizinkan investasi perkebunan,” tuturnya. [TabloidJubi| RadioSuaraDogiayiFM]

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us