Home » , , , , , , , , , , , » Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Grime Nawa Tingga Tunggu Putusan Komisi II DPR RI

Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Grime Nawa Tingga Tunggu Putusan Komisi II DPR RI

SENTANI (JAYAPURA) - Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Grime Nawa yang saat ini masih berada di dalam kawasan Kabupaten Jayapura, Papua masih menunggu hasil pleno dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Hasilnya akan disampaikan ke Badan Legislasi DPR RI untuk diharmonisasi dalam fraksi-fraksi, yang selanjutnya diparipurnakan dalam pembentukan Rancangan Undang Undang (RUU) DOB menjadi UU hak inisiatif DPR,” kata Korneles Yanuaring yang merupakan salah satu anggota Tim Pemekaran juga sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura kepada Inspirasi di Sentani, Jumat (06/09/2013).

Menurutnya, pemekaran DOB Kabupaten Grime Nawa telah lolos verifikasi dengan klasifikasi lengkap dan tidak ada persoalan dalam pemberkasan. Berdasarkan hasil perlengkapan berkas yang telah dilakukan itu, maka Senin (26/08/2013) lalu telah diplenokan dan hasil tersebut, 25 DOB di Papua salah satunya Grime Nawa memiliki persayaratan lengkap sehingga dipastikan lolos untuk disahkan dan ditetapkan menjadi menjadi Kabupaten Grime Nawa.

“Terakhir kita lengkapi peta lokasi Grime Nawa di Badan Koordinasi Tanah (Bakor Tanah) Cibinong, Jawa Barat. Pasalnya dalam peta yang dibuat pertama, ternyata dua kampung di Distrik Kemtuk, yakni Kampung Bingguin dan Kampung Skori masuk di Distrik Ebungfauw dan semuanya sudah kita lengkapi minggu lalu,” ujarnya.

Ia menuturkan setelah RUU sudah ada lalu, diusulkan kepada Presiden dan selama 40 hari maka Presiden akan mengeluarkan surat keputusan yang berisi menunjuk sejumlah menteri untuk bersama-sama dengan DPR membahas RUU DOB dalam pembentukan penetapan Pemekaran Grime Nawa menjadi Kabupaten definitif.

“Jika berdasarkan ketentuan selama 40 hari pengusulan RUU kepada Presiden, maka diprediksikan bulan Oktober kembali dibahas oleh Pemerintah dan DPR RI, dan ketika sudah disetujui maka RUU tersebut akan menjadi UU DOB,” tandasnya.

Kornelius mengungkapkan jika sudah selesai bulan Oktober nanti, maka bulan November sudah diresmikan DOB Kabupaten Grime Nawa yang ditandai dengan pelantikan Karateker Bupati Grime Nawa.

“Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat Grime Nawa untuk tetap berdoa agar persoalan yang selama ini menjadi perjuangan masyarakat bisa selesai,” urainya.

Kornelius juga mengatakan pemekaran Kabupaten Grime Nawa memiliki 3 potensi besar, yaitu wilayah makro seperti, lembah Yapsi, kawasan lembah Grime dan daerah Kemtuk. Dimana semuanya sudah diatur, untuk lembah Yapsi akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan umum, lembah Grime akan dijadikan kawasan pengembangan ekonomi terpadu, dan daerah Kemtuk akan dijadikan pusat pengembangan industri.

“Untuk pembagian kawasan sendiri, kawasan Grime Nawa merupakan kawasan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, sehingga kedepannya pembangunan di Kabupaten Grime Nawa bisa merata tanpa adanya ketimpangan antar satu daerah dengan daerah yang lain,” tambahnya. [InspirasiBangsa]

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us