Home » , , , » Impian Pasar Mama-mama Pedagang Asli Papua Belum Terkabulkan

Impian Pasar Mama-mama Pedagang Asli Papua Belum Terkabulkan

KOTA JAYAPURA - Mimpi dari mama-mama pedagang asli Papua, yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) untuk mendapatkan sebuah pasar yang permanen, nampaknya masih jauh dari harapan. Bahkan tahun ini, kemungkinan belum dibangun mengingat lokasi pembangunan Kantor Perum Damri yang berada di Jalan Baru Kotaraja, masih menemui berbagai persoalan, salah satunya adalah persoalan hak ulayat.
    
Padahal jika pembangunan kantor Perum Damri selesai, dengan sendirinya akan memuluskan langkah dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua untuk segera membangun pasar permanen bagi mama-mama Papua di lokasi Perum Damri Jayapura.
   
"Ini sudah masuk pertengahan tahun, sementara belum ada tanda-tanda pembangunannya, pemerintah harus punya komitmen jika ingin melihat mama-mama Papua ini merasakan apa itu arti dari pembangunan atau Otsus,”ungkap Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) Robert Jitmau, SH, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (11/6), kemarin.
     
Kata Robert Jitmau, informasi yang dirinya peroleh dari Dinas PU Provinsi Papua, di mana penyelesaian pembayaran tanah pembangunan Kantor Perum Damri, sudah dilakukan kepada pihak Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), ternyata saat ini malah yang terjadi, pemilik hak ulayat masih menuntut dan masih memalang lokasi itu. Terkait dengan itu, dirinya menyarankan agar pemerintah segera memfasiltasi pertemuan dengan pihak Dewan Adat Port Numbay guna membicarakan penyelesaian tanah ini, sehinga status tanah tersebut jelas, dengan demikian pembangunan Kantor Perum Damri bisa segera dilaksanakan.
   
“Pembangunan pasar bagi mama Papua, tergantung pada selesainya pembangunan Kantor Damri, jika yang terjadi seperti ini maka kapan pasar bisa jadi,”tandasnya.

Lanjut Robert, saat ini kondisi pasar sementara sudah memprihatinkan, sebab tenda pasar sudah mulai robek, ketika hujan sangat mengganggu pedagang yang berjualan, di satu sisi, pasar sementara itu sudah tidak mampu lagi menampung jumlah pedagang asli Papua, yang setiap hari terus bertambah, sehingga pihaknya berharap ada komitmen dari pemerintah untuk segera membangun pasar yang permanen ini.[CendrawasihPos]

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us