Home » , , » 48 Peternak Lokal Suplai Daging Ayam

48 Peternak Lokal Suplai Daging Ayam

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Mimika Ir. Yosefin Sampelino mengatakan, sebanyak 48 peternak ayam lokal akan menyuplai ayam untuk dikelola dan dipasarkan melalui rumah pemotongan unggas skala kecil.

Kata dia, sebanyak 48 peternak lokal yang berada di Mimika yang telah bekerjasama dengan rumah potong unggas dan Disnak untuk memenuhi permintaan daging ayam di Mimika. Pasalnya masih banyak pasar swalayan yang memilih untuk mendatangkan daging ayam dari luar Timika.

“Meski belum tahu persis proses pengolaan daging ayam, pihaknya akan memfokuskan diri kepada pemberdayaan peternak lokal,” ujar Yosefin saat ditemui di rumah pemotongan unggas di Jalan poros SP 5, Jumat (24/6).

Yohana yakin bahwa peternak lokal bisa bersaing dengan peternak ayam dari luar Timika. Apalagi dengan ketersediaan fasilitas pemotongan unggas telah ada, peternak kedepanya akan lebih diberdayakan dan suplai daging ayam luar Timika akan dihentikan.

“Sudah ada 48 peternak ayam pedaging, sehingga tidak tertutup kemungkinan kita bisa menghentikan suplai luar Timika, karena mereka sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika,” kata dia.

Harga ayam yang diproduksi oleh rumah pemotongan akan disesuaikan dengan harga pasaran, pasalnya harga daging ayam perekor perkilonya berkisar harga dari Rp30 ribu hingga Rp35 ribu. Ini akan disesuaikan dengan berat dan besaran dari daging ayam tersebut, sehingga daging ayam yang diproduksi di rumah potong nantinya akan disesuaikan dengan  berat daging ayam tersebut.

“Jadi untuk harga satuan 1kilo 35 dan jadi beras dan berat ayam lebih dari sekilo jado diberikan harga 42 ribu,” jelasnya

Disinggung mengenai daging selain ayam, ia mengatakan, ada 3 komoditi yang yang sangat berpotensi dan selalu dikonsumsi oleh masyarakat Mimika antara lain daging sapi, daging babi dan daging ayam.

“Namun harga daging babi dan sapi sangat mahal sehingga banyak masyarakat yang suka untuk mengkonsumsi ayam yang lebih terjangkau,” papar dia. (Ricky Lodar)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us