Home » , , , » 700 Bibit Mangrove di Tanam di Pulau Serayu

700 Bibit Mangrove di Tanam di Pulau Serayu

SAPA (TIMIKA) – Departemen Lingkungan Hidup (Environmental) PT Freeport Indonesia mengajak pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santa Maria dan Advent  Timika menaman 700 bibit pohon Mangrove di Pulau Serayu, Mile 21.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/6) kemarin selain diikuti dua SMP yang tergabung dalam tim pelestarian lingkungan, juga diikuti Finalis Puteri Indonesia 2016 asal Jawa Barat Evan lysandra yang juga sebagai Duta Lingkungan Hidup.

Foreman Environmental bagian Pengawas Reklamasi Mangrove Neles Pekey mengatakan, tujuan dilakukan Reklamasi Mangrove di daratan yang dihasilkan oleh pasir sisa tambang merupakan bagian dari komitmen PT Freeport Indonesia untuk mereklamasikan daerah pengendapan di Pantai Aikwa, yang membentuk pulau sendiri dari hasil pengendapan.

“Tapi harus diteliti daratan yang sudah bisa untuk dilakukan reklamasi, sebelum di tanan Mangrove,” kata Neles.

Neles menjelaskan bahwa, proses reklamasi yang dilakukan oleh CV Aveksi Naram dibawah naungan Departement Environmental mengalami banyak kendala yang dihadapi. Pasalnya, kurang lebih 16 tahun pihaknya telah melakukan reklamasi di lokasi pasir hitam, namun berbagai tantangan dihadapi, baik ombak serta arus pasang dan surut air, sehingga pihaknya mengalami kegagalan.
Sejauh ini bagian reklamasi telah berupaya untuk melakukan reklamasi di Pulau Way dan menghabiskan lebih dari 100 hektar luas daratan.

“Kegiatan ini kami lakukan sudah dari tahun 2000 sampai sekarang. Jadi, sekitar 150 hektar yang sudah kami lakukan, dan itu sudah setiap kerjaan pasti ada kendala yang dihadapi. Kami lakukan reklamasi di daerah pengendapan yang merupakan pulau yang dibentuk dari tailing,” ujar Neles.

Sementara untuk reklamasi di Pulau  Serayu Kamis kemarin, kata Neles pihaknya menanam lebih dari 700 bibit Mangrove. Dimana ini merupakan program rutin yang dilakukan Environmental.

 “Untuk penanaman kali ini di Pulau Serayu ada sekitar 700 bibit, dan ini sudah menjadi program kita,” ujar Neles.

Ditempat terpisah Puteri Indonesia asal Jawa Barat Evan Lysandra mengatakan bahwa, dirinya mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh PT Freeport Indonesia melalui Departement Environmental dalam upaya mereklamasi daratan dari pasir tailing.

“Kegiatan tersebut harus terus dikembangkan. Sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk menciptakan lahan gersang menjadi Hutan Mangrove,” kata Evan.

Lanjut Evan, secara sederhana dirinya melihat bahwa, walaupun Freeport telah melakukan upaya untuk mereklamasi pulau-pulau tersebut, namun komunikasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan sehingga masyarakat tidak berpikiran negative tentang apa yang dilakukan oleh Freeport.

“Apa yang dilakukan oleh Freeport sangat baik, tapi komunikasi perlu ditingkatkan lagi, karena masyarakat tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Freeport. Jadi dengan adanya Mangrove ini kita merubah lahan yang gersang menjadi Hutan Mangrove,” ujar Evan.

Menurut Evan, tujuan reklamasi merupakan tanggungjawab bersama, sehingga jangan ada yang beranggapan bahwa, reklamasi yang dilakukan bukan diperuntukan untuk Papua karena Papua merupakan bagian dari Indonesia.

“Untuk mereklamasikan daratan gersang perlunya dukungan bersama baik dari masyarakat, Pemerintah, Freeport dan pemerhati lingkungan, sehingga semua itu bisa berjalan dengan baik,” tutur Evan.

Ditempat yang sama Coordinator Development and Event di Departement Environmental Christina Maria Pek mengatakan, kunjungan yang dilakukan saat ini sudah merupakan hal yang sering dilakukan dengan melibatkan komunitas dari luar Environmental untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan tailing serta  dampak-dampak lingkungannya.

Christina menambahkan, kunjungan kali ini merupakan suatu kebangggaan bagi Enviromental. Pasalnya pihak Freeport mengundang finalis Puteri Indonesia perwakilan Jawa Barat sekaligus Duta WWF untuk melihat secara langsung proses pengelolaan limbah pasir sisa atau tailing.

Menurut Christina, kegiatan penanaman Mangrove terhadap pengendapan pasir sisa dikarenakan pihaknya melihat manfaat dari  Mangrove sangat luar biasa dan juga sebagai tempat  berpopulasinya ikan.

“Sudah menjadi program kita untuk bekerjasama dengan pihak dari luar Freeport untuk melihat secara langsung pengelolaan tailing. Dan kali ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena Puteri Indonesia bisa bersama-sama dengan kami untuk melihat secara langsung proses pengelolaannya,” ujar Christina. (Ricky Lodar)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us