Home » , , » Brexit Tak Pengaruhi Hubungan Indonesia dan Uni Eropa

Brexit Tak Pengaruhi Hubungan Indonesia dan Uni Eropa

SAPA (JAKARTA) - Referendum Inggris dengan hasil kemenangan atas “Brexit” yaitu keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) ditengarai akan sedikit berpengaruh terhadap kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan UE (Indonesia-EU CEPA) yang sedang dibangun.

"Kita kan mau masuk EU CEPA. Ya, ini sedikit banyak ini pasti ada pengaruhnya," kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta, Jumat, Harjanto menjelaskan, Inggris merupakan salah satu negara dominan di Uni Eropa, sehingga perlu dilihat peran Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris terhadap UE.

Menurutnya, apabila perannya mencapai 10-20 persen, maka angkanya cukup signifikan untuk mengurangi peluang pasar Indonesia ke UE jika kesepakatan tersebut diwujudkan.

Kendati demikian, selaku anggota World Trade Organization (WTO), Inggris diharapkan tidak mengubah sistem perdagangannya terlalu ekstrim.

Namun, lanjut Harjanto, jika Indonesia tetap ingin memiliki kemitraan dagang dengan Inggris pasca-referendum, maka pemerintah perlu membangun dua negosiasi dua kali, yakni dengan UE dan Inggris sendiri.

"Kita harus bernegosiasi juga dengan satu negara lain yang tentunya kami berharap ada konsesi yang sama paling engga dengan Uni Eropa. Tapi, kita tetap mengakselerasi perdagangan kita," ungkapnya.

Hal sama diakui oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia menilai aksi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa  tidak mempengaruhi negaranya.

Ia membantah pernyataan Perdana Menteri Inggris David Cameron bahwa dirinya akan menyambut Brexit, yaitu keluarnya Inggris dari keanggotaan EU, lapor Reuters. Putin menganggap pernyataan tersebut tidak berdasar.

Ketika berbicara kepada para wartawan pada kunjungannya ke Uzbekistan untuk menghadiri pertemuan puncak menyangkut keamanan, Putin juga mengatakan bahwa hasil referendum memperlihatkan bahwa Inggris tidak senang dengan kebijakan soal migrasi dan keamanan. Keluarnya Inggris juga menunjukkan negara itu tidak puas dengan birokrasi Uni Eropa.

Brexit akan berdampak positif dan negatif bagi Rusia dan dunia, kata Putin. Namun, tambahnya, kondisi itu akan membaik dengan sendirinya pada masa depan.

Putin mengatakan Rusia akan menyesuaikan kebijakan ekonominya, jika diperlukan. (ant)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us