Home » , , » Dinas Peternakan Mimika Bangun UPTD di SP7

Dinas Peternakan Mimika Bangun UPTD di SP7

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Mimika Ir. Yosefin Sampelino mengatakan pihaknya akan membuat 1 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk pembibitan babi yang berlokasi di SP7, Kampung Mulia Kencana, Distrik Iwaka.

“Kita tahun ini ada buat UPTD di SP 7. Persiapan kontraknya dan bulan 7 pengusaha sudah berjalan, jadi kita baru buat 1 UPTD pembibitan babi, sehingga pada bulan depan proyek tersebut sudah bisa berjalan dengan baik,” ujar Ir. Yosefin Sampelino saat ditemui diruang kerjanya, Senin (20/6)

Menurutnya, UPTD yang dibuat tahun ini merupakan UPTD pertama yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan babi di Timika dan beberapa kabupaten tetangga yang semakin tinggi.

“Kenapa kita harus buat UPTD pembibitan babi karena kebutuhan babi di Timika sangat tinggi, belum lagi ada kebutuhan untuk Kabupaten-kabupaten lain, kadang-kadang untuk kegiatan provinsi itu pengadaannya dari Timika,” ujarnya.

Lanjut Yosefin, pembangunan UPTD bibit babi tersebut sangat penting dan memiliki progres kedepan yang baik, pasalnya faktor pendukung dalam artian keterbatasan bibit babi di Mimika mudah didapat serta berkualitas, sehingga pembangunan UPTD tersebut bisa didukung oleh masyarakat serta pengusaha yang mengelola UPTD tersebut.

“Sehingga memang pembangunan UPTD pembibitan babi ini sangat penting, karena salah satu faktor pendukung untuk suksesnya usaha peternak itu antara lain ketersediaan bibit yang baik dan berkualitas,” ujarnya.

Walaupun keterbatasan dana untuk pembangunan UPTD tersebut, sehingga pengadaan bibit babi oleh pihaknya hanya sebanyak 30 ekor induk babi, oleh sebab itu pihaknya mengharapkan agar akhir tahun ini babi-babi yang ada bisa dikandangkan. lanjut Yosefin, bibit-bibit babi tersebut akan dikandangkan pada usia 4 bulan yang nantinya akan kawinkan secara alamiah dan selanjutnya akan dilakukan kawin suntik.

“Namun karena terbatas dana jadi kita mulai tahap pertama itu 30 induk dulul, jadi mungkin nanti kita harapkan itu akhir bulan november babi itu sudah masuk dikandang yang kita bangun sekarang, kita masukan yang umur 4 bulan dan kita pelihara lagi 4 bulan jadi kurang lebih bulan maret babi-babi itu sudah bisa kawin secara alamiah kemudian masing-masing harus beranak satu kali baru bisa kawin suntik,” jelasnya (Ricky Lodar)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us