Home » , , » Panti Rehabilitasi Siap Tampung Anak Aibon

Panti Rehabilitasi Siap Tampung Anak Aibon

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Ferry Jan Koibur mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas penunjang untuk panti rehabilitasi Eme Neme Yauware yang ada di kilo 7, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, untuk menampung dan membina anak-anak aibon.

Ferry saat ditemui mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan fasilitas penunjang serta untuk panti rehabilitasi yang berada di kilo 7, apabila fasilitas tersebut telah siap maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rehabilitasi bagi anak-anak aibon di Mimika.

Menurutnya, hal tersebut yang tengah dilakukan untuk menampung dan membina anak-anak aibon yang dilihatnya tidak mendapat perhatian dari kelaurga dan akibat dari pergaulan bebas, sehingga dengan adanya panti tersebut kiranya bisa menjadi rumah untuk anak-anak aibon dibina dan didik.

“Kalau untuk penanganan anak aibon ini sementara ini lagi dipersiapkan karena dalam waktu yangtidak terlalu lama sudah dilakukan rehabilitasi di panti Eme Neme Yauware di Kilo 7,” ujar Ferry saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/6).

Sejauh ini dirinya masih menunggu kesiapan dari bidang yang membidangi program tersebut, sehingga fasilitas yang dipersiapkan apabila telah rampung, dirinya akan diinformasikan untuk dilakukan penanganan bagi anak-anak tersebut.

“sebelum anak-anak ini dilakukan pembinaan tapi tugas kami di Dinsos kami akan siapkan fasilitas pendukung seperti tempat tinggal dan penunjang lainnya, kalau sudah lengkap teman-teman lapor ke saya dan kita akan tangani anak-anak itu,” jelasnya.

Sementara itu disinggung mengenai program penanganan anak-anak aibon tercantum didalam DPA, Ferry mengatakan, program tersebut telah ada didalam DPA sehingga pihaknya tetap akan menjalankan program tersebut, selain itu Ferry juga menambahkan bahwa penanganan anak aibon tersebut sudah kedua kali ditangani yang merupakan kelanjutan dari angkatan pertama tahun 2015 kemarin.
“Kalau untuk kegiatan itu ada didalam DPA 2016 pada tahun ini merupakan angkatan yang kedua merupakan kelanjutan dari angkatan pertama pada bulan Oktober 2015,” jelasnya.

Selain itu ditanyai mengenai kriteria yang dipergunakan untuk merekrut dan mendidik anak tersebut, Ferry menjelaskan, pihaknya melihat secara umum, pasalnya anak-anak tersebut merupakan anak aibon, namun hal yang perlu diperhatikan perlunya persetujuan dari orang tua dari anak-anak aibon untuk diserahkan ke Dinsos untuk dibina dan di didik.

“kalau kategori secara umum mereka memang dikategori anak-anak aibon tapi ada satu hal yang juga sebelum anak-anak ini diambil itu harus ada persetujuan dari orang tua baru kita bisa lakukan pembinaan,” pungkasnya (Ricky Lodar).

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us