Home » , , » Satelit Made in Bogor LAPAN Sukses Mengorbit

Satelit Made in Bogor LAPAN Sukses Mengorbit

SAPA (JAKARTA) - Rabu, 22 Juni 2016, satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bernama LAPAN-A3/IPB meluncur ke udara dengan roket PSLV-C34 buatan Indian Space Research Organisation (ISRO), India.

Roket pembawa satelit yang berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini meluncur dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India pukul 03.55 waktu setempat atau pukul 10.55 WIB.

"Roket pembawa satelit LAPAN-A3 sudah sampai di orbit. Perlu waktu 17 menit untuk sampai di orbit. Sekarang menunggu satelitnya bisa dikontak untuk pertama kali sekitar 6 jam lagi," kata Peneliti Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN Robertus Heru Triharjanto yang ikut mengawal peluncuran langsung dari Sriharikota, melalui pesan instant kepada detikINET, Rabu (22/6)

Satelit kini mengorbit dengan ketinggian 500 km dengan inklinasi 97 derajat. Meski peluncuran berjalan mulus, tim dari Indonesia yang mengawal peluncuran LAPAN-A3 masih was-was.

"Masih deg-degan. Kita perlu cek dulu apakah radio, komputer, baterai, kamera dan lain-lainnya berfungsi baik gak di atas sana. Kalau di bawah sih berfungsi baik. Di atas harus dibuktikan. Proses pengecekan total akan makan waktu 1 bulan," terangnya.

Satelit LAPAN-A3 diluncurkan dengan menumpang (piggyback) roket PSLV-C34 milik India. Peluncurannya menumpang misi utama peluncuran Cartosat, serta dua satelit buatan perguruan tinggi di India, yaitu Sathyabamasat dan Swayam.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara juga ikut serta dalam misi peluncuran tersebut dengan cara piggyback. Mereka adalah Amerika Serikat (SkySat Gen2-1 dan Dove Satellites), Jerman (BIROS) dan Kanada (GHGSat-D dan M3Msat).

LAPAN-A3 akan mengelilingi bumi sebanyak 14 kali dan melintasi Indonesia empat kali setiap harinya. Satelit yang dikembangkan di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor ini nantinya akan difungsikan untuk pemantauan lahan pertanian dan wilayah perairan laut Indonesia, serta digunakan untuk pengukuran medan magnet bumi dan uji eksperimen peralatan yang dikembangkan oleh enginer LAPAN. (Dtc)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us