Home » , , » Sekolah St.Maria Gelar Pekan Budaya

Sekolah St.Maria Gelar Pekan Budaya

Kepasek SD dan SMP St Maria Maria Novita Lesomar (Kanan)
 dan kepsek SMA Lastiar Sagala,S.Pd(Kiri)
SAPA (TIMIKA) – Yayasan Katolik yang membawai Sekolah St.Maria Timika, pada tahun ajaran 2015/2016 dan sesuai dengan agenda tahunan, selalu melakukan pekan budaya seni dan olaraga, pada penutupan tahun pelajaran,.

“Tahun ini, kami melakukan pekan budaya seni dan bahasa. Sementara olaraga tidak dilakukan, karena mengingat waktu yang pendek. Dimana kegiatan dilakukan selama dua hari saja 15-16 Juni 2016,”kata Kepala SD, SMP St.Maria Timika, Maria Novita Lesomar,S.STPar saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Selasa (14/6).

Menurutnya,kegiatan pekan budaya, bertujuan untuk memperkenalkan budaya nusantara kepada anak-anak, sehingga para siswa bisa mencintai budaya sendiri. Karena dengan mencintai budaya sendiri, maka bisa menghargai budaya orang lain pula.

“Kami merasa, kegiatan pekan budaya dilakukan di sekolah ini adalah, momen yang sangat pas, karena lokasih sekolah ini ada di daerah konflik beberapa waktu lalu,”ujar Novita.

Jelasnya, adanya sekolah didaerah konflik, maka membuat pesan kepada masyarakat luar bahwa, sekolah St.Maria adalah sekolah yang menunjung tinggi toleransi, keberagaman suku dan budaya. Sebab semua yang ada di sekolah berasal dari berbagai macam suku.

“Walaupun sekolah ada di daerah konflik, tetapi merasa aman di sekolah. Sebab kami selalu kerjasama dengan pihak keamanan. Dan amannya sekolah, dibuktikan dengan kegiatan pekan budaya, sehingga bisa sama-sama bergandengan tangan,”tutur Novita.

Lanjut ia, pembukaan mulai hari ini akan dihadiri dari Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) dan Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) karena sekolah St.Maria ada SD, SMP, SMA.

“Ini merupakan program tahunan sekolah, sehingga melibatkan semua siswa baik itu kelas VI,IX, dan XII yang sudah lulus. Karena mereka masih ada dalam tahun ajaran ini,”kata Novita.

Menurutnya,  dan tahun ini ada tambahan kegiatan, yaitu tarian. Kalau tahun lalu tidak ada lomba tarian masing-masih suku. “Tahun lalu yang diadakan sekolah yaitu, parade nusantara kuliner, fashion show pakaian adat dan seni tarian Papua serta olaraga. Tahun ini tarian lebih luas untuk semua suku, sehingga siswa wajib ikut,”ungkapnya.(Ervi Ruban) 

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us