Home » , , » SKP Anjangsana ke Ponpes dan Yayasan Yatim Piatu

SKP Anjangsana ke Ponpes dan Yayasan Yatim Piatu

SAPA (TIMIKA) – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Badan Karantina Pertanian ke 139, Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Timika menggelar anjangsana ke Pondok Pesantren Darussalam dan Yayasan Yatim Piatu Babul Jannah. Dalam anjangsana tersebut Stasiun Karantina Pertanian memberikan bingkisan kepada pengurus kedua tempat tersebut.

Kepala SKP Kelas I Timika, Aspar dalam arahannya di Yayasan Babul Jannah mengatakan, bulan ini merupakan bulan bakti Badan Karantina Pertanian ke 139, dari 8 Juni -8 Juli 2016, pihaknya berencana melaksanakan beberapa kegiatan. Namun dari beberapa kegiatan yang sudah direncanakan tersebut, hanya satu kegiatan terlaksana, yakni anjangsana. Ini karena, pelaksanaan kedua kegiatan tersebut bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Sehingga tidak bisa dilaksanakan, seperti donor darah.

“ Kan tidak mungkin melaksanakan donor darah, disaat orang-orang, khususnya masyarakat mukmin melaksanakan ibadah puasa,”katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan anjangsana yang dilakukan ini. SKP melaksanakan di dua tempat, yakni Ponpes Darussalam di Kilometer 7 dan Yayasan Babuljannah, di Jalan Leo Mamiri (belakang PLN). Dalam kegiatan anjangsana ini, bertujuan untuk melakukan silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Apalagi saat ini berada di Bulan Suci Ramadhan.

 “ Kami memberikan bantuan ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Walaupun jumlahnya tidak banyak, diharapkan dapat sedikit membantu,”tuturnya.

Lanjutnya, selain itu, kegiatan anjangsana ini juga untuk melakukan sosialisasi tentang tugas dan fungsi pokok dari SKP. Dimana SKP di Timika merupakan instansi vertikal dari pusat, yang mengurus atau mencegah keluar masuknya tumbuhan dan hewan. Khususnya unggas yang sering ditemukan tidak memiliki dokumen dari Kantor Karantina. Dengan pencegahan tersebut, khususnya di Timika diharapkan bisa mencegah flu burung dari daerah endemik.

Selain itu, kata dia, untuk di tanaman, khususnya kepada jeruk. Dimana Mimika mendapatkan perhatian untuk bebas Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Dimana CVPD adalah nama penyakit jeruk.

“ Kami selalu melakukan pengawasan terhadap hewan dan tumbuhan yang keluar masuk dari dan ke Mimika, khususnya melalui Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Poumako,”tuturnya.

Sementara Ketua Umum Yayasan Babul Jannah, Ustad M Damsir,S.Ag,.MPdi mengatakan, di yayasan ini terdapat 47 anak yang dibina. Dimana dari anak-anak ini disekolahkah di yayasan ini, dari tingkat TK, SD, dan SMP. Dengan kondisi seperti ini, maka yayasan ini sangat membutuhkan dukungan dari perhatian. Agar anak-anak ini bisa mendapatkan pembinaan dengan baik.

“ Kami sangat senang,karena ini untuk mempererat tali persaudaran. Dan kalaupun dalam anjangsana ini ada pemberian bantuan, maka kami tidak memperhatikan besarannya. Tapi lebih kepada perhatiannya kepada anak-anak yang ada di yayasan ini,”ungkapnya.(red)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us