Home » , , » Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan FKUB Buka Puasa Bersama

Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan FKUB Buka Puasa Bersama

SAPA (TIMIKA) -  Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) area lowland PT. Freeport Indonesia (PTFI) mengadakan buka puasa bersama pada Kamis (24/4). Acara yang dilaksanakan di Gazebo Masjid Baiturrahim, Kuala Kencana menghadirkan Ustad tamu dari Lamongan Jawa Timur, Ustad Abdul Jalill.

Acara dikemas dengan penuh kekeluargaan, dihadiri tokoh dari lima agama, yang merupakan anggota FKUB. Dimana para tamu undangan duduk bersilaturami di atas karpet coklat pada tempat yang sejuk dan nyaman itu.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Drs.Ignatius Adii mengatakan, FKUB selalu hadir mendampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, pada setiap momen keagamaan dari kelima agama yang ada. Dan ini sebagai suatu bentuk toleransi yang bertujuan meningkatkan kerukunan hidup beragama.

 "Silahturahmi seperti ini merupakan tugas rutin dari FKUB. Kita hadir untuk meningkatkan rasa kerukunan antara umat beragama,"kata Adii.

Kemudian Sekretris FKUB I NYoman Putu Arka mengatakan, FKUB akan terus menjalin hubungan yang lebih erat dengan organisasi-organisasi keagamaan seperti YMM dan Bamag PTFI.

"Kita bekerjasama untuk memberi pembinaan spiritual kepada karyawan yang mengalami persoalan, seperti mengkonsumsi minuman keras, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Kita terus bergandengan tangan saling memeberi informasi dan menguatkan untuk membangun negeri ini menjadi aman dan damai,"ujar Nyoman.

Sementara Ketua YMM Zulfallah mengatakan, sangat senang bisa menjallin hubungan yang baik dengan FKUB. Diharapkan terus terjalin Dan saling mensuport.

“Kebersamaan yang luar biasa kita terus menjaga dan saling melengkapi untuk terus membangun daerah ini lebih baik ke depan,”tutur Zulfallah.

Ustad Abdul Jalil dalam tausiahnya mengatakan, pelangi bisa indah karena ada warna warni. Kebersamaan di NKRI menjadi indah karena ada perbedaan. Tidak boleh Ada yang mengkalim negara ini harus Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha atau Konghuchu semua. Karena itu menjadi tidak indah dan pasti akan terjadi pertumpahan darah.

 "Mari kita jaga kerukunan yang luar biasa ini dalam satu bingkai NKRI,"ujar Abdul

Ia mengakui kerukunan umat beragama di Timika sangat luar biasa. Ditambah peran FKUBpun sangat luar biasa.

" Kalau kami di Surabya FKUB hadir saat ada bentrok. Tapi di sini luar biasa, FKUB selalu hadir dalam setiap momen keagamaan. Pengalaman yang indah ini akan saya ceritakan saat saya pulang ke Surabaya nanti,” kata Abdul. (Ervi Ruban)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us