Home » , , » Antisipasi Konflik Kwamki Narama Meluas, Polisi Lakukan Razia

Antisipasi Konflik Kwamki Narama Meluas, Polisi Lakukan Razia

Polisi saat melakukan sweeping di bundaran CP 28
SAPA (TIMIKA) – Kepolisian Resort Mimika menggelar razia di CP 28 guna mengantisipasi agar konflik perang adat di Kwamki Narama tidak meluas dan masuk ke wilayah kota Timika dan sekitarnya. Dalam razia yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP H Yustanto Mujiharso polisi memeriksa setiap kendaraan yang keluar maupun masuk dari dan luar Kwamki Narama. 

Pasca tewasnya almarhum Genius Kogoya pada Jumat (1/7), serta pembakaran salah satu kendaraan roda empat oleh warga di Kampung Wangirja – Sp9, Distrik Iwaka, pihak kepolisian terus meningkatkan pengamanan dengan cara melakukan razia kendaraan yang keluar maupun masuk ke wilayah Kwamki Narama.  Hal ini untuk mengantisipasi agar konflik perang adat di Kwamki Narama tidak meluas.

“Tadi (kemarin-red) juga sudah kejadian di SP 9 (pembakaran kendaraan-red), karena mulai siang di indikasikan akan ada kejadian seperti itu. Nah, ini kita kumpulkan semua anggota kita untuk melaksanakan sweeping di dua titik, satu di bundaran check point 28 (CP28) untuk menuju kearah kelompok bawah, kemudian di pertigaan kampung Iliale,” jelas Kapolres Yustanto  pada Sabtu (2/7) malam di bundaran CP28.

Terkait kejadian pembakaran satu kendaraan roda empat diketahui dilakukan oleh oknum warga sekitar Kampung Wangirja – SP 9. Dimana masyarakat setempat sudah siaga dikarenakan merasa ketakutan adanya isu-isu dari kelompok-kelompok tertentu yang akan masuk ke wilayah mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.

“Masyarakat situ (sekitar kampung Wangirja – Sp 9 dan sekitarnya-red) sudah siaga, mereka takut kalau seandainya nanti ada kelompok-kelompok  tertentu yang masuk ke kampung mereka,” kata kapolres.

Selain itu, razia juga dilakukan karena adanya isu berupa ancaman akan melakukan aksi-aksi tidak bertanggungjawab oleh kelompok tertentu, hal ini berkaitan dengan tewasnya almarhum Genius Kogoya. Dimana, pihak dari korban Genius Kogoya menantang perang terhadap kelompok kubu atas yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi diluar dari dugaan, maka dilakukan razia kendaraan-kendaraan yang dicurigai memiliki maksud tertentu yang berkaitan dengan konflik perang adat di Kwamki Narama.

“Akhirnya dampak dari permasalahan itu (pembunuhan Genius Kogoya dan pembakaran kendaraan di Sp 9-red), saat ini Dani dengan Damal sedang bersitegang. Nah kita berupaya untuk bisa meredam kedua belah pihak, artinya masalah itu selesaikan secara adat, kalau seperti itu,” jelas kapolres.

Saat razia di pertigaan Kampung Iliale, aparat mencoba menghentikan salah satu kendaraan roda empat yang dikendarai seorang warga untuk diperiksa, namun warga tersebut malah memukul salah satu anggota polisi. Akhirnya warga tersebut diamankan ke Polsek Mimika Baru bersama kendaraannya, dan ditemukan barang bukti berupa panah di dalam kendaraan.

“Kita tangkap, tadi ada BB-nya (barang bukti-red) juga, kemudian yang bersangkutan juga memukul anggota kita. Mungkin dia panik karena dicegat sama anggota kita yang sedang melakukan sweeping, akhirnya mereka pukul kita,” terang kapolres. (Saldi Hermanto)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us