Home » , , , » Dewan Pertanyakan Serapan APBD Baru 19 Persen

Dewan Pertanyakan Serapan APBD Baru 19 Persen

Anggota Komisi B DPRD Mimika, Anthonius Kemong
SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Anthonius Kemong mempertanyakan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) periode pertama, terhitung Januari sampai Juli 2016 yang baru mencapai 19 persen.

“Kami dewan juga heran kenapa sampai terjadi seperti itu, apakah ada masalah di SKPD-SKPD itu atau ada hambatan apa, ini mesti harus jelas dikasih tahu. Dalam hal ini yang harus dijawab oleh semua SKPD kendala atau penyebabnya apa, sehingga penyerapan APBD tidak maksimal yang tidak sesuai target seperti dana Otsus maupun APBD, DAK,” ungkap Anthon kepada Salam Papua, di Kantor DPRD Kabupaten Mimika, Kamis (21/7).

Anthon menambahkan, anggaran yang sudah ditetapkan itu harus digunakan semaksimal mungkin dan diserap habis, karena ini menjadi patokkan pada anggaran perubahan.

“Dinas-dinas tidak boleh lagi tunggu-tunggu, yang penting sesuai dengan aturan inikan sudah dekat dengan pembahasan perubahan, oleh karena itu maksimal uang itu. Kami harap SKPD yang ada, maka dana itu segera dipakai , proyek-proyek harus dijalankan sudah , waktu ini tinggal beberapa bulan lagi dan akan berganti tahun,” tambah Anthon.

Lanjut Anthon, dengan terlambatnya serapan APBD tahun 2016 itu sebenarnya bukan diakibatkan karena rolling. Sebab orang-orang yang di rolling itukan orang-orang yang sudah lama di Pemerintahan dan sudah tahu sistem kerjanya. Artinya dari segi administrasi itu mereka sudah tahu bagaimana dana itu jalankan.

“Itu bukan menjadi suatu alasan, mereka ini orang-orang lama dan biasa kerja, sehingga mereka punya pengalaman dan saya rasa rolling itu hal-hal yang biasa. Seharusnya Bupati tidak usah kasih jabatan kepada orang-orang yang tidak mau bekerja. Kasih kepada pejabat yang mampu dan siap ditempatkan dimana saja," kata Anthon. (Maria Welerubun)


0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us