Home » , , » Kelompok Atimus Komangal Akhirnya Bakar Tiga Korban Penyerangan Iliale

Kelompok Atimus Komangal Akhirnya Bakar Tiga Korban Penyerangan Iliale

Kubu bawah membakar mayat korban tewas pada penyerangan di Iliale. SAPA/Saldi
SAPA (TIMIKA) – Kelompok Atimus Komangal atau kubu bawah akhirnya bersedia untuk bertanggungjawab terhadap tiga jasad korban yang meninggal dunia dalam penyerangan pada Senin (25/7) lalu di Kampung Iliale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua. Setelah menerima ketiga jasad korban, selanjutnya dilakukan ritual adat pembakaran mayat para korban.

Pembakaran mayat dilakukan pihak kubu bawah di seberang jalan depan Kantor Distrik Kwamki Narama, Kamis (28/7). Dalam prosesi ini dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Willem Wandik, Danrem 174/ATW Kol Inf Asep Setiawan Gunawan serta pejabat daerah lainnya.

Selain itu juga hadir Atimus Komangal selaku pihak yang dikatakan mempunyai perang dan bertanggungjawab terhadap korban, serta pihak keluarga korban dari kubu Ililae.

Proses pembakaran mayat ini dikawal ketat aparat TNI-Polri untuk menghindari terjadinya gesekan saat prosesi berlangsung. Sebab, perang adat di Kwamki Narama belum sepenuhnya terselesaikan secara adat melalui prosesi patah panah.

Dalam proses pembakaran mayat ini, pihak dari kubu atas atau Hosea Ongomang turut menyaksikan dari jarak jauh, mereka dilarang dan tidak berani mendekat untuk menyaksikan proses ini. Bila mendekat, maka akan menimbulkan gesekan, sebab kubu bawah dan kubu Iliale masih dalam keadaan emosi.

Sebelumnya pada siang hari dilakukan pertemuan antar keluarga korban dari Iliale bersama kubu bawah di Hotel Cenderawasih 66. Pertemuan ini difasilitasi oleh Bupati Mimika dan Bupati Puncak, sarta hadir dalam pertemuan Atimus Komangal.

Dalam pertemuan itu perwakilan pihak keluarga korban, Jomi Kogoya, bermaksud memastikan lagi apakah benar terucap dari Atimus bahwa akan menerima mayat yang masih berada di RSUD Mimika untuk dimakamkan. Dari situ Atimus memastikan bahwa mayat korban diterima pihaknya dan selanjutnya akan dibakar.

Bupati Eltinus Omaleng dalam pertemuan itu mengatakan, mayat korban harus segera diambil dan dibakar, sebab jika tidak maka pemerintah yang akan mengambil mayat korban dan memakamkan korban secara layak.

“Yang penting ambil dulu ini mayat di rumah sakit, soal hal-hal lain itu nanti dari belakang,  dan kami siap bantu, yang penting mayat ini dibakar dulu,” tegas Omaleng.

Dari situ kedua pihak sepakat dan pihak korban langsung mengambil jenazah di kamar jenazah RSUD Mimika untuk selanjutnya dibawa ke Kwamki Narama selanjutnya untuk dibakar oleh kubu bawah. (Saldi Hermanto)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us