Home » , , , » Keluarga Besar Mantan Karyawan Freeport-YPJ-AGUTE Gelar Halal Bihalal

Keluarga Besar Mantan Karyawan Freeport-YPJ-AGUTE Gelar Halal Bihalal

SAPA (TIMIKA) – Keluarga Besar Mantan Freeport-YPJ-AGUTE menggelar Halal Bihalal, di Waanal Coffee & Resto, Jalan Cenderawasih, SP 3, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Senin (11/7) malam.

Dalam Halal Bihalal ini  terlihat keakraban yang  terjalin diantara sesama anak cucu, maupun istri dari pensiunan karyawan PT. Freeport  Indonesia (PTFI) diera tahun 1973, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Putri Almarhum Hengky Lokollo, Lusi Lokollo dalam acara ini mengatakan, Halal Bihalal ini dilakukan agar bisa menciptakan kembali keakraban yang nyaris tidak dibudayakan oleh para karyawan PTFI pada era sekarang ini.

“Halal Bihalal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa, generasi penerus dari para pensiunan yang telah menjadi karyawan pertama atau pionir di PTFI masih ada, dan akan terus menjaga tali silaturahmi seperti yang telah mereka lakukan di era mereka. Kami semua yang mengabdi di PTFI pada era sekarang, merupakan akar yang telah di tanam  oleh orang tua  atau pensiunan yang telah merintis jalan kami di PTFI,“ ungkap Lusi yang  juga menerangkan bahwa, walau pun diantara mereka sudah banyak yang meninggal, tetapi masih ada istri dan anak mereka yang harus mendapatkan perhatian dari PTFI, sekaligus untuk mengenang jasa orang tua mereka yang bisa dikatakan sebagai perintis tambang terbesar di dunia ini.

Sebagai akar yang akan melanjutkan perjalanan para pensiunan PTFI ini, Lusi menegaskan, mereka  siap untuk melanjutkan dan menjadikan tradisi keakraban di zaman dahulu  kembali terjalin diantara generasi ke generasi secara berkesinambungan. Sebab menurut Lusi, sewaktu orang tua mereka masih aktif bekerja di PTFI, keakraban terjalin tanpa memandang jabatan, latar belakang pendidikan, agama,  suku dan hubungan darah.

Hal senada juga diungkapkan putri dari Usman Nan Yetu, yaitu Asiah Nan Yetu. Dikatakan Asiah, tali silaturahmi yang dulu begitu dijunjung tinggi oleh para karyawan perintis, akan selalu dikenang dan diciptakan kembali pada era yang sekarang ini.

“Kami sekarang melanjutkan apa yang sudah dirintis, sehingga kami pun ingin menghargai jasa mereka dengan mengenangkan kembali kebiasaan mulia yang dahulu menjadi tradisi mereka,” ungkap Asiah.

Asiah menyebutkan, beberapa nama para karyawan pionir di era 1973 seperti, A.D.Manurung, Moh Tomo, John Feidiban, Agus Davitz, R.T Lubis, Syamsibal Jentak, J.W Nan Letu, Jhon Rooro,Daniel Tuka, F.Paliling, Frans wosiri, Rudy Lorens, Manase Pogi, serta Komedy Sirait.

Kata Asiah, para pionir ini masih memiliki generasi langsung sebagai penerus, yakni anak – anak mereka baik yang sudah tercatat sebagai karyawan PTFI,  atau pun yang sekarang masih dalam proses  untuk melamar menjadi karyawan PTFI.

Sementara itu karyawan senior PTFI Silas Natkime mengatakan bahwa,  di era sekarang sangat sulit menemukan karyawan – karyawan PTFI yang memiliki rasa kepedulian terhadap jasa dari para pendahulu yang telah merintis tumbuh dan berkembangnya PTFI.

Untuk itu, Silas memberikan apresiasinya kepada para karyawan yang menginisiatifkan adanya kegiatan silaturahmi atau Halal Bihalal diantara semua karyawan dari devisi tertinggi sampai pada devisi yang paling bawah.

“Saya merasa bangga terhadap mereka yang telah memunculkan ide dalam melakukan Halal Bihalal. Dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan solidaritas yang kuat diantara semua pekerja, sehingga dalam bekerja pun rasa kekeluargaan itu bisa tercipta,”ungkap Silas yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Suku Amungme.

Dengan adanya momen seperti ini, menurut Silas, bisa menjadikan semua karyawan dapat mengerti akan adanya sebuah sejarah. Sebab Silas mengakui, PTFI tidak mungkin langsung beroperasi  dengan kondisi yang serba canggih seperti sekarang ini  tanpa diawali dengan perjuangan awal.

“Saya harap tradisi para perintis dalam menjalin keakraban, serta jasa mereka harus selalu dikenang, sehingga generasi yang sekarang dan yang akan datang bisa memahami bahwa, segala sesuatu yang sekarang ada pada PTFI diawali dengan perjuangan yang keras dari para pionir dahulu,” kata Silas. (Cr1/Cr3)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us