Home » , , » Made Mangku Pastika Saran Manfaatkan Podium Bali Bebas Bicara

Made Mangku Pastika Saran Manfaatkan Podium Bali Bebas Bicara

SAPA (DENPASAR) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyarankan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali Nader Sitorus agar memanfaatkan ajang Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) untuk menyosialisasikan kebijakan "tax amnesty" atau pengampunan pajak.

"Jadi sampaikan dengan menarik dan jelas sehingga masyarakat mengenal 'tax amnesty" dan juga ada media yang bisa menyebarluaskan tentang apa itu pengampunan pajak," kata Pastika saat menerima audiensi dari Kakanwil Pajak Bali, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, pemberlakuan UU No 11 tahun 2016 yang mengatur pengampunan pajak perlu disosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat luas. PB3AS sendiri digelar setiap hari Minggu pagi di pojok Dia juga menyampaikan betapa pentingnya arti pajak bagi jalannya pemerintahan, khususnya dalam hal pembangunan infrastuktur yang sedang dilakukan.

Dengan adanya "tax amnesty" maka diharapkan nantinya pendapatan dari sektor pajak akan dapat meningkat sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

"Sektor pajak memegang peran yang amat penting dalam pembangunan, saya menyambut baik penerapan tax amnesty ini dan berharap dengan ini pajak akan meningkat secara signifikan dan pembangunan akan lancar," ucapnya.

Saran Pastika ini direspon positif oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali Nader Sitorus yang juga akan melakukan sosialisasi ke kantor-kantor dan perbankan.

Sitorus mengemukakan, pengampunan pajak ini diberikan bagi wajib pajak yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah.

Selanjutnya pemberlakukan ini diharapkan membuat para pengusaha yang "memarkir" dananya di luar negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi wajib pajak baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara.

"Untuk saat ini, penerimaan pajak kita baru mencapai 37 persen dari target 50 persen di pertengahan tahun, sehingga pemerintah mengambil berbagai upaya untuk menambah pemasukan pajak termasuk salah satunya dengan pemberlakuan tax amnesty, dengan harapan penerimaan pajak semakin meningkat, investasi membaik serta data dan informasi akan semakin akurat," ucapnya.

Sitorus mengatakan perlunya dukungan dari seluruh komponen baik masyarakat umum maupun pemerintah amat penting dalam menyukseskan kebijakan "tax amnesty". (ant)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us