Home » , , » MUI Mimika Gelar Tasyakur Milad Yang ke 41

MUI Mimika Gelar Tasyakur Milad Yang ke 41

Foto bersama panitia penyelenggara Tasyakur milad
SAPA (TIMIKA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika menggelar Tasyakur (syukuran-red) atas Milad (hari jadi-red) yang ke 41. Acara ini dilaksanakan di aula Cenderawasih Room Serayu Hotel, Selasa (26/7). 

Acara Tasyakur Milad MUI ke 41 dihadiri Pemerintah Daerah (Pemkab) Mimika, dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Kristian Karubaba, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ignatius Roberth Adii, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika, perwakilan PTFI, perwakilan TNI-Polri, para Tokoh Agama serta masyarakat muslim Mimika.

Dalam sambutan Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustadz H Muhammad Amin AR, S.Ag, mengatakan, sejak berdirinya MUI pada tanggal 17 Rajab 1395 Hijriah, atau bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 Masehi, di Jakarta, MUI sudah mengangkat semua pihak sebagai mitra dalam menyelesaikan berbagai polemik di masyarakat yang dinilai mengalami krisis moral dan iman. 

Menurut ketua MUI, MUI di ibaratkan sebagai kue Bika yang dimasak menggunakan dan didalam periuk, serta dari atas terkena api, dari bawah terkena api, dan samping kiri maupun kanan juga terkena api. Artinya, MUI harus merespon segala polemik yang berdatangan dari berbagai penjuru arah, sehingga bisa mematangkan keberadaanya.

“MUI bukan sekedar persatuan yang mementingkan keberadaan intern dalam wadahnya sendiri, tetapi MUI bisa dan sangat merespon dengan segala bentuk pembangunan di Indonesia maupun di Mimika sendiri, termasuk kebijakan–kebijakan pemerintah. Bahkan, MUI juga menerima berbagai tekanan baik dan buruk dari berbagai sisi dalam roda pembangunan masyarakat umum,” ungkapnya sembari mengajak agar seluruh umat Islam di Mimika, wajib memelihara perdamaian dan menjaga keutuhan NKRI.

Ia juga menerangkan bahwa tugas pokok MUI adalah sebagai pembimbing dalam mempererat persaudaraan bangsa, serta menjadi jembatan penghubung antara sesama manusia. 

Di usianya yang ke 41, MUI harus bisa berada diantara pada dua sisi, yakni mensyukuri rentang waktu yang dilewati dan dan akan dilewati, serta sisi lainnya adalah mawas diri. Karena menurut ketua MUI, rasa syukur dan mawas diri merupakan bekal utama dalam melangkah serta mengisi fase (tahap-red) dalam perjalanan hidup.

“Mari kita semua bersama-sama belajar agar bisa bersyukur serta memawas diri dari segala bentuk dan warna kehidupan yang  akan dihadapi selanjutnya,” katanya.

Dalam acara syukuran Milad MUI ke 41 yang bertema-kan ‘MUI Kabupaten Mimika Istiqomah Berkhidmat Melayani Umat’, juga disertai dengan pengukuhan beberapa pengurus MUI sekaligus penyerahan rekomendasi ‘Halal’ kepada kurang lebih 70 pengusaha rumah makan, serta penyerahan sertifikat arah kiblat kepada beberapa pengurus Masjid dan Mushollah.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE yang diwakili dan dibacakan Asisten I Bidang pemerintahan, Kristian Karubaba, mengatakan, memberikan apresiasi kepada MUI yang telah ikut dan ambil bagian dalam pembangunan di Kabupaten Mimika, serta dalam memberikan semangat kerja kepada seluruh warga muslim ataupun non-muslim di Mimika. 

Bupati mengajak MUI dalam usianya yang ke 41 ini, agar dapat menjadi pelopor dalam menyatukan perbedaan yang masih ada. Sehingga meski masih ada saja perbeda-perbedaan itu, tetapi akan tetap satu dalam persaudaraan dengan terus mewujudkan karya dalam wadah Eme Neme Yauware.

Selanjutnya juga mengajak kepada seluruh umat muslim khususnya di Kabupaten Mimika, dapat terus bersama-sama dalam naungan MUI Kabupaten Mimika, sebab MUI merupakan pokok perdamaian.

“Semoga dengan pertambahan usia, bisa semakin subur, kuat, dan terus menjadi wadah yang mengedepankan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat serta beragama,” katanya. (CR1) 

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us