Home » , , » Perayaan Idul Fitri 1437 H Akan Serempak

Perayaan Idul Fitri 1437 H Akan Serempak

Ketua MUI Mimika H Amin,AR,S.Ag (kiri) dan Ketua DMI Kabupaten Mimika H Abdul Mutholib Elwahan saat menjelaskan mengenai hisab dan rukyat 1 Syawal 1437 H
SAPA (TIMIKA) – Secara hisab atau perhitungan, 1 Syawal 1437 H/2016 M yang jatuh pada 6 Juli 2016, akan dilaksanakan serempak di Indonesia. Walaupun demikian, pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Agama akan melaksanakan Sidang Isbat pada 4 Juli 2016. Sehingga sebagai umat muslim masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat, akan kepastian pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 14 37 H.

Demikian disampaikan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustad H Amin Ar,S.Ag dalam penjelasannya di depan para Dai se Kabupaten Mimika, di Gedung Serbaguna Masjid Babussalam, Sabtu (2/7).

Ia mengatakan, berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004,  bahwa awal bulan Dzulhijjah seperti halnya Ramadan dan Syawal di Indonesia, ditentukan berdasar metode Rukyat dan Hisab. Dimana secara hisab (perhitungan,red) sudah jelas tertera dalam Taqwim Standar Indonesia 2016, bahwa 1 Syawal 1437 H jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016.

“ Kalau secara hisab, 99 persen sudah jelas, bahwa 1 Syawal 1437 H, jatuh pada 6 Juli 2016 nanti. Namun untuk di Indonesia, penentuan 1 Syawal menggunakan metode rukyat (melihat bulan atau hilal) dan hisab. Sehingga masih menunggu kepastian rukyat tersebut,”katanya.

Kata dia, dari hal tersebut Pemerintah Pusat melalui Menteri Agama akan mengadakan Sidang Isbat pada 4 Juli 2016 nanti. Pelaksanaan Sidang Isbat ini, karena telah dilakukan ijtimak atau konjungsi oleh para ulama.

Walaupun demikian, kata dia, kita semua tidak bisa memastikan bahwa setelah Sidang Isbat, keesokan harinya adalah perayaan Idul Fitri. Kenapa demikian? Ini karena masih menunggu hilal untuk memastikannya.

“ Pelaksanaan Sidang Isbat oleh Menteri Agama bukan patokan, bahwa keesokan harinya perayaan Idul  Fitri. Karena masih menunggu penentuan hilal,”terangnya.

Ia menambahkan, sementara posisi hilal pada saat Matahari terbenam di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pada 29 Ramadan 1437 H, tepatnya Senin, 4 Juli 2016 berada diposisi di bawah 0 derajat. Dengan kondisi seperti itu, maka posisi hilal belum kelihatan dan tidak bisa dipastikan untuk perayaan Idul Fitri. Sehingga pelaksanaan puasa di Bulan Ramadhan 1437 H ini, digenapkan menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, maka Selasa, 5 Juli 2016 masih pelaksanaan Ibadah Puasa. Dan pada 6 Juli 2016, pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1437 H. Kemungkinan besar, pelaksanaan Idul Fitri nanti akan serempak di seluruh Indonesia,” ungkapnya. (Red)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us