Home » , , » Tokoh Adat Imbau Masyarakat Jaga Toleransi Saat Idul Fitri

Tokoh Adat Imbau Masyarakat Jaga Toleransi Saat Idul Fitri

Pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Timika Indah
SAPA (TIMIKA) – Salah satu tokoh masyarakat adat dari suku Kamoro menyampaikan imbauan kepada masyarakat di seluruh Kabupaten Mimika. Imbauannya agar masyarakat tetap saling menjaga toleransi saat perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah atau 2016 Masehi di Kabupaten Mimika. Sebab, toleransi umat beragama di Kabupaten Mimika yang telah dibangun bersama selama ini, sudah sangat baik, dan itu harus tetap dijaga sampai kapan pun.

“Sejauh ini, tidak ada permasalahan yang diakibatkan oleh masalah yang berbau agama, dan hal ini yang perlu dipertahankan sampai saat ini oleh kita semua. Jadi, pada saat umat Islam merayakan (Idul Fitri-red), maka agama lain harus menjaga ketenangan dan ikut serta mendukung, supaya kegiatan hari raya itu bisa berjalan dengan baik,” terang John Nakiaya saat dihubungi Salam Papua, Minggu (3/7).

Menurut John Nakiaya yang juga merupakan pengurus dari Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), menjaga toleransi merupakan tanggungjawab oleh semua lapisan masyarakat di Kabupaten Mimika. Sehingga masyarakat diminta untuk selalu saling menghargai, dimana ketika masyarakat sadar dan menjunjung tinggi sikap saling menghargai, maka John meyakini bahwa situasi keamanan di Mimika akan tetap terjaga. “Nah, hal inilah yang perlu dipertahankan oleh kita semua,” ujarnya.

Saat ini, hal yang menjadi ancaman bagi masyarakat Mimika adalah minuman keras (Miras) dan balapan liar oleh para remaja maupun anak muda di dalam kota Timika. Sebab, ulah dari sekelompok orang itulah yang akhirnya dapat membuat situasi baik lalulintas di kota Timika menjadi terganggu, apalagi pada saat pelaksanaan pawai Takbiran nanti. 

Dengan begitu John meminta kepada pihak terkait agar dapat memperketat lagi penjualan miras. Pasalnya, meski sudah dilarang untuk buka dan berjualan miras, masih saja terdapat oknum-oknum penjual miras yang menggunakan segala cara untuk terus menjual miras, salah satunya yang sudah lazim, yaitu, menjual melalui pintu samping atau belakang. Hal inilah yang menurut John harus diantisipasi secara baik oleh pihak terkait. 

“Untuk mengantisipasi hal-hal itu, mabuk-mabukkan harus diatasi, dan tempat penjualan miras harus di kontrol, dan kalau bisa saat lebaran tempat penjualan miras semua ditutup, supaya perayaan Idul Fitri bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. (Ricky Lodar)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us