Home » , , » Umat Muslim Harus Jaga Tiga Pesan Ramadhan

Umat Muslim Harus Jaga Tiga Pesan Ramadhan

SAPA (MANOKWARI) - Umat Islam di wilayah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat diimbau untuk menjaga tiga pesan Ramadhan sehingga dapat hidup dalam kedamaian dengan sesama, yakni pesan moral dan hawa nafsu, pesan sosial serta pesan jihad.

Hal ini disampaikan politisi Partai Golkar yang juga calon gubernur Papua Barat, Ali Mochtar Ngabalin saat menjadi khatib pada khutbah sholat Ied yang dilaksanakan di Lapangan Borarsi, Manokwari, Rabu. Sebab dalam diri manusia terdapat naluri yang ada sejak ia terlahir. Tiga naluri tersebut adalah naluri amarah, pengetahuan dan syahwat. Dari ketiganya, syahwat adalah naluri yang paling sulit dikendalikan dan bersihkan.

"Sementara Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali berkata, dalam diri Manusia terdapat empat sifat. Tiga sifat diantaranya berpotensi untuk mencelakakan manusia, satu sifat lainya berpotensi mengantarkan manusia kepada pintu kebahagiaan," sebutnya.

Tiga sifat yang bisa membuat orang celaka tersebut yakni, sifat kebinatangan, sifat buas serta sifat syaiton. Sementara sifat yang bisa mengantarkan manusia kepada kebahagiaan adalah sifat rububiah atau ketuhunan.

Ketua Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BPKPRMI ini menyebutkan, jika seseorang bisa mengoptimalkan secara baik sifat tersebut dalam jiwa, katanya, hidup seseorang akan tenang karena selalu diliputi oleh cahaya atau hidayah.

Pada ranah sosial, kata dia, Ramadhan telah membawa manusia pada kesadaran sosial yang cukup tinggi melalui zakat dan sedekah. Ramadan membawa kebaikan yang penuh makna bagi delapan orang yang berhak menerima zakat terutama kaum fakir miskin.

Pesan yang paling penting pada bulan Ramadhan, kata dia, adalah pesan jihad bukan dalam pengertianya yang sempit dan hanya dimaknai sebagai perang secara fisik.

Jihad yang ia maksud adalah pengorbanan berupa tenaga, harta benda, serta jiwa untuk mencapai kemerdekaan dan ridha Allah SWT. Jihad yang paling diutamakan adalah jihad melawan hawa nafsu masing-masing.

Pria yang lahir di Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini berpandangan bahwa pengendalian hawa nafsu sangat dianjurkan, sebab nafsu yang tak terkendali bisa merugikan diri maupun orang lain.

"Dalam konteks sosial, masih banyak persoalan yang harus dibenahi lebih lanjut. Momentum Idul Fitri, harus ada gagasan baru untuk mengentaskan masalah sosial di negeri ini," kata dia lagi.

Ali mengajak seluruh umat Islam di daerah tersebut, bersama-sama memikul tanggungjawab sosial tersebut. Ia tak ingin, umat muslim acuh terhadap persoalan sosial di lingkungan disekelilingya.

"Allah cinta kepada seluruh umat, maka sudah sepantasnya kita saling memperhatikan. Saling menjaga dan saling mengingat agar semua selamat baik di dunia maupun akhirat," kata dia. (ant)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us