Home » , , » Warga Kawanua Waspadai Isu SARA

Warga Kawanua Waspadai Isu SARA

SAPA (BIAK) - Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Papua Mahasunu S.Ip mengingatkan warga kerukunan keluarga Kawanua, Sulawesi Utara mewaspadai isu bernuansa SARA serta senantiasa menjaga toleransi antar umat beragama dengan saling menghormati atas keberagaman dalam mewujudkan Biak bangkit mandiri sejahtera untuk perubahan.

"Kontribusi nyata warga Kawanua dalam mewujudkan hubungan toleransi umat beragama telah terjadi di tengah kerukunan berjalan baik sehingga tugas kita harus menjaga hubungan persaudaraan dengan sesama warga," harap Asisten II Sekda Mahasunu di acara halal bihalal keluarga besar Kawanua Biak, Minggu (31/7) sore.

Asisten Sekda Mahasunu mengakui, budaya Mapalus atau saling gotong royong yang telah terjalin antar warga Kawanua yang muslim dan Kristiani harus dipelihara sebagai perekat tali persaudaraan hidup di perantauan.

Antar warga saling menjaga persaudaraan dalam kehidupan, lanjut Asisten Sekda Mahasunu, diharapkan menjadi modal besar untuk membantu pemkab Biak Numfor dalam mempercepat visi misi Bupati Thomas Ondy untuk mewujudkan perubahan biak bangkit mandiri dan sejahtera.

"Momentum saling maaf memaafkan merupakan sebuah ajaran agama manapun yang perlu diwujudnyatakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," harap Asisten II Sekda Mahasunu.

Jajaran pemkab Biak Numfor, lanjut Mahasunu, sangat berterima kasih kepada keluarga Kawanua yang turut berperan nyata mendukung setiap program pemerintah, satu diantaranya ikut menjaga kebersihan kota Biak.

Sementara itu, Ketua Kerukunan keluarga Kawanua Freddy Montolalu mengakui, budaya saling bantu di warga Kawanua menjadi satu ikatan moral yang kini terus terjaga.

"Meski di perantauan warga Kawanua berasal dari berbagai daerah tetapi tetap satu dalam budaya Mapalus," ungkap ketua Kerukunan keluarga Kawanua Freddy.

Secara terpisah Ustad Ali Buchori mengingatkan warga Kawanua, Sulut untuk meningkatkan hubungan tali kasih dengan sesama yang telah diajarkan agama manapun.

"Pergaulan manusia di tengah aktivitasnya keseharian tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan sehingga saling memberi maaf sebagai pengamalan ajaran agama," imbuh ustad Ali Buchori.

Prosesi halal bihalal warga kawanua, Sulut dimeriahkan dengan lagu-lagu qasidah diakhiri acara salam-salaman antarkepala keluarga Kawanua. (ant)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us