Home » , , » Asisten II Mimika, Marthen Paiding Bantah Para Investor Kabur

Asisten II Mimika, Marthen Paiding Bantah Para Investor Kabur

SAPA (TIMIKA) - Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Marthen Paiding,.M.MT membantah informasi terkait dengan kaburnya para investor yang rencananya akan berinvestasi di Mimika.

“ Para investor ini tidak kabur. Tapi saat ini mereka (investor,red) memang berada di negaranya masing-masing,”kata Marthen Paiding saat ditemui Salam Papua di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (11/8).

Ia menambahkan, pada beberapa waktu lalu, banyak investor yang datang ke Kabupaten Mimika. Kedatangan ini, karena para investor ini berencana akan menanamkan usahanya atau investasi di daerah ini. Namun sebelum berinvestasi, tentunya para investor ini melakukan survey dan menggali informasi, tentang potensi-potensi yang ada di Kabupaten Mimika.

“ Ya, kalau mau berinvestasi tidak mungkin datang langsung jadi. Pastinya mereka akan melihat-melihat daerah yang dituju, mulai dari potensi, kondisi daerah, dan yang lainnya,”ujarnya.

Kata dia, karenanya, pada saat para investor berkunjung ke daerah ini, pihaknyapun telah memperlihatkan beberapa potensi yang ada. Seperti investor dari China, yang berencana akan membangun pabrik semen. Dari rencana tersebut, investor ini sudah datang untuk melihat lokasi dan potensi yang ada. Walaupun sampai saat ini belum ada respon atau tanggapan dari investor tersebut.

Lanjutnya, ada juga dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berencana akan membangun pembangkit listrik dengan kekuatan 50 Mega Watt (MW). Dan sudah dilakukan survey bersama Bapak Bupati ke lokasi yang nantinya direncanakan sebagai tempat pembangkit listrik tersebut.

“ Kedatangan para investor ini disambut oleh Bapak Bupati. Dimana ini bertujuan, untuk mengembangkan Kabupaten Mimika, menjadi sentral perekonomian, perdagangan, dan perhubungan,”tuturnya.

Ia mengatakan, dan sebagai bentuk keseriusan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Bapak Bupati berencana akan membuka areal lahan industri seluas 35 hektar. Dimana pembukaan lahan tersebut, sebagai sikap pemerintah dalam menerima para investor. Karena itu, lahan tersebut pemerintah sudah mulai memprosesnya, baik itu pembebasan lahan, penurunan fungsi dan status dari hutan lindung menjadi kawasan industri.

“ Intinya, lahan-lahan yang sudah dilirik oleh investor tersebut, kami berupaya untuk memenuhinya. Sehingga, apabila lahan tersebut sudah selesai atau siap, maka siapapun investor yang akan masuk langsung tertarik,”tutur Marthen. (Indri Yani Pariury).

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us