Home » , , » Dewan Kunjungi Pos Keamanan TNI-Polri di Iliale

Dewan Kunjungi Pos Keamanan TNI-Polri di Iliale

Anggota DPRD saat menijau perkampungan Iliale, Distrik Kwamki Narama - SAPA MARIA
SAPA (TIMIKA) – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika Mathius Uwe Yanengga dari Komisi A, dan Anus Jikwa dari Komisi B, meninjau langsung areal perkampungan Iliale yang terdiri dari Kampung Tunas Matoa dan Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang menjadi daerah konflik di Kwamki Narama beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya itu, kedua wakil rakyat ini menyempatkan diri menyambangi Pos TNI-Polri yang didirikan untuk memberikan rasa aman kepada warga.

Disela-sela mengunjungi dua pos keamanan TNI-Polri, Kamis (4/8),  kedua anggota dewan juga melihat secara langsung tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang sedang melakukan pendataan kerugian warga, akibat konflik yang terjadi beberapa pekan lalu. 

Didampingi Kepala Distrik Kuala Kencana Evert Hindom, SSTP, kedua anggota dewan ini saat tiba di Pos Brimob disambut Danton Brimob Detasemen A Polda Papua Ipda Dahlan dan puluhan anggotanya, serta Asisten I Setda Mimika Christian Karubaba.

Selama berada di Pos, mereka menanyakan situasi keamanan pasca bentrok, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh aparat selama melakukan pengamanan.

“Kalau ada silahkan disampaikan, biar nanti kami dapat menyampaikan atau berkoordinasi dengan pemerintah atau pihak-pihak lainnya,” ungkap Mathius Uwe Yanengga dihadapan para anggota Brimob yang masih bersenjata lengkap, di Ileale.

Ipda Dahlan kepada dewan mengakui, kalau saat ini situasi keamanan disekitar Ileale hingga Kwamki Narama sudah berangsur-angsur pulih. Dimana saat ini sekitar 30 anggota secara bergantian melakukan pengamanan selama 24 jam.

“Kami rutin melakukan patroli dan konsisten melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak lagi membawa senjata tajam, seperti busur dan anak panah. Ini dilakukan, agar situasi disini dalam beberapa hari bisa kembali normal,” kata Dahlan.

Setelah berdialog, kedua anggota dewan ini mengunjungi Pos TNI yang juga melakukan pengamanan dan pemulihan kondisi disana. Pertanyaan yang sama juga disampaikan dua anggota dewan kepada para prajurit TNI, tentang situasi dan kendala-kendala yang dihadapi selama melakukan pengamanan.

“Kendala kami disini, soal penerangan listrik. Dimana lampu dapat kami nikmati dengan biaya mengisi pulsa meteran sendiri. Selain listrik, kami juga sedikit kewalahan tentang ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Namun secara umum selama kami pengamanan disini semua berjalan baik dan aman-aman,”tegas salah satu prajurit.

Dansatgas 754 Eme Neme Kangasi Lettu Rahmadi kepada wartawan usai melakukan pertemuan mengakui bahwa, kondisi keamanan secara umum di perbatasan Ileale sudah cukup kondusif. Menurutnya, awal konflik anggota yang disiagakan cukup banyak, namun setelah kondisi mulai membaik, pasukan mulai dikurangi dan menggunakan system pergantian.

“Saat bentrok anggota kami sekitar 100 orang, namun karena kondisi mulai baik separuh anggota telah kami tarik dan hanya menggunakan system pergantian,”ungkap Lettu Rahmadi.

Sementara itu, Kepala Distrik Kuala Kencana Evert Hindom, SSTP kepada wartawan disela-sela mendampingi anggota dewan mengatakan, pasca bentrok diakui banyak warga yang mengalami kerugian sehingga harus mengungsi ke tempat lain. Menurutnya, saat ini pemerintah daerah melalui Kesbangol, BNPB dan Dinas Sosial sedang melakukan pendataan terhadap kerugian warga.

”Semoga kondisi yang saat ini sudah mulai kondusif bisa terus terjaga hingga aktifitas warga kembali normal,”tegas Evert.

Salah satu warga pengungsi, D Wonda kepada wartawan meminta agar pemerintah bisa mencarikan solusi untuk bisa membangun kembali rumah atau mencari tempat baru bagi warga yang mengalami kerugian akibat rumah terbakar.

”Kami masih ingin tinggal dan hidup di kampung Iliale. Namun kami minta adanya jaminan dan ketegasan aparat untuk menindak tegas para pelaku kriminal dan kepala-kepala perang. Selama kepala perang masih bebas, maka kondisi keamanan atau konflik akan bisa kembali terjadi,”kata Wonda. (Maria Welerubun)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us