Home » , , » HUT Mapurujaya Ke 40

HUT Mapurujaya Ke 40

Wabup Yohanes Bassang, Sekda Ausilius You, Asisten I Chirstian Karubaba, dan Kadistrik Miktim Katarina Saweri ketika meniup lilin kue ulang tahun. SAPA/Maurits

SAPA (TIMIKA) - Dengan bertambahnya usai Mapurujaya yang ke 40, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang,SE.,M.Si meminta agar Sumber Daya Manusia (SDM) di Distrik Mimika Timur perlu ditingkatkan.

Kata Bassang, untuk meningkatan SDM maka, setiap anak usia sekolah wajib bersekolah. Namun tentunya, semua itu tidak terlepas dari dukungan orang tua. Karena tanpa dukungan orang tua, anak-anak tidak bisa sukses kedepannya.

“Jadi anak-anak harus di sekolahkan. Karena tanpa dukungan orang tua, maka anak tidak bisa sukses,” kata Bassang ketika memberikan sambutan di acara syukuran HUT Mapurujaya di halaman Kantor Distrik Mimika Timur, Jumat (19/8).

Bassang akui, usia yang cukup dewasai ini pembangunan sudah mulai terlihat di Mapurujaya, namun tentunya masih saja ada kekurangan.  Sehingga untuk melengkapi kekurangan ini, maka anak usai sekolah wajib bersekolah, sehingga kedepannnya dapat membangun distrik ini.

 “Lihat saja, tahun lalu halaman Kantor Distrik Mimika Timur belum dicor, tetapi sekarang sudah dicor. Jadi ini merupakan satu kemajuan yang luar biasa. Pembangunan fisik dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Tetapi khusus seluruh masyarakat Distrik Mimika Timur, pembangunan yang utama yaitu, manusianya,”tutur Bassang.

Sementara itu, HUT Mapurujaya ini selain dihadari Wakil Bupati, juga dihadiri Sekda Ausilius You, S.Pd.,MM, Asisten I Drs. Chirstian Karubaba, Ketua Komisi C DPRD Nurman Karupukaro, unsur Forkopimda, kepala kampung, kelurahan, tokoh adat, masyarakat, perempuan, pemuda dan agama. Selain itu hadirpula seluruh lapisan masyarakat dari lima kampung, satu kelurahan.

Dalam sambutan Kepala Distrik Mimika Timur Katarina Saweri, S.STP menyampaikan bahwa, HUT Mapurujaya yang ke 40 ini merupakan satu perjalanan yang panjang. Kalau sebagai umur seorang manusia, maka sudah dewasa, dan matang dalam segala hal.  Dari usia yang sudah dewasa kini Distrik Mimika Timur tidak lagi sendiri, namun sudah didampinggi oleh 17 distrik lainnya.

“Kita tidak bisa melupakan kehadiran Mapurujaya 40 Tahun yang silam, karena itu merupakan benang merah dan cikal bakal hadirnya Kabupaten Mimika,”ujar Katarina.

Dijelaskan, HUT Mapurujaya ini kembali membawa memori akan awal mula terbentuknya Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Dan untuk kedua kalinya dirayakan dengan melaksanakan pengembangan kebudayaan dan parawisata dalam program Distrik Mimika timur.  Dengan mengacu pada peran serta masyarakat dalam mengembangkan potensi dan kerajinan yang merupakan ciri khas kearifan lokal masyarakat Kamoro.

“Masyarakat Suku Kamoro Distrik Mimika Timur, mencoba mengangkat dan menampilkan kebudayaan melalui seni, ukiran, pahatan, nyaman dan lain sebagainya. Selain ini tujuan lain memperkenalkan budaya dan tradisi kepada anak cucu sebagai generasi penerus, pada zaman sekarang sampai ke depan,”tutur Katarina.

Dirinya berharap, semangat dan partisipasi masyarakat selalu dipertahankan, untuk pembangunan Mapurujaya maupun Kabupaten Mimika pada umumnya.

“Saya berharap kepada kepala lurah, kampung agar kembangkan dan gali terus semua sumber daya yang kita miliki, tetapi sudah tentu dengan rasa penuh tanggungjawab. Begitu juga dengan Sumber SDM)jangan sampai tertinggal,”ujar Katarina.

Ketua Panitia Theodorus Kapiyau melaporkan kegiatan HUT ini sekaligus dengan pengembangan kebudayaan dan parawisata, merupakan program satu Distrik Mimika Timur 2016. Sehingga terus meningkatkan semua SDM yang ada, karena Mapurujaya merupakan wilayah domilisi masyarakat asli Suku Kamoro.

“Tujuan dari kegiatan ini, mengembangkan sumber daya alam dan potensi budaya yang ada. Pada kesempatan ini juga, kami mencoba menghimpun semua potensi dan budaya masyarakat asli Suku Kamoro untuk dipamerkan. Agar masyarakat Mimika pada umumnya dapat melihat apa yang ada pada masyarakat adat Kamoro,” katanya.

Sementara itu, untuk kilas balik pemerintahan Mapurujaya Distrik Mimika Timur yang dibacakan oleh mantan Kadistrik Mimika Timur Paskalis Kirwelakubun,S.Sos.M.Si, tidak dibacakan secara terperinci, karena menurutnya dibutuhkan suatu data yang akurat dari berbagai sumber. Baik itu tokoh sejarah, pelaku sejarah, maupun menyaksikan sejarah itu sendiri.

“Melalui HUT Mapurujaya, kami membangkitkan memori kita semua yang hadir, untuk mengenal dan mengingat kembali para pejabat yang bertugas di sini,”ujar Paskalis.

Dirinya menyebutkan, camat pertama di Distrik Mimika Timur yaitu, M.Alwi,BA tahun 1976-1977, Amir Syahban Rumagesan 1977-1981, Costan Anggaibak 1981-1982, Firdaus Achmad 1982-1984, Abdullah Malla 1984-1986, Yusuf Kasim 1986-1989, Drs.W.Haurissa 1989-1999, Simon Wersay,SE 1999-2000, James S.Sumigar S.Sos,M.Si Kepala Distrik 2000-2002, Jack Murmana,SE kepala Distrik 2002-2004, Falerius Tanggahma,Sos 2004-2006, Hendrikus Selitubun,SH 2006-2009, Haris K.Lanto’e,S.STP 2009-2014, Paskalis Kirwelakubun,S.Sos,M.Si 2014-2015, Michael R.Gomar,S.STP,M.Si 2015-2016 dan Katarina Saweri,S.STP 2016.

Untuk memeriahkan HUT Mapurujaya digelar pamaren budaya Suku Kamoro, dan tarian seka massal. (Ervi Ruban/Mauris Sakbal)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us