Home » , , » Menuju Pulau Tiga; Journalist Field Visit To lorenstz National Park (3)

Menuju Pulau Tiga; Journalist Field Visit To lorenstz National Park (3)

Kumpulan burung pelikan di pesisir pantai Pulau Tiga - SAPA ALLO
DALAM data secara kepemerintahan, Pulau Tiga merupakan batas wilayah antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Asmat. Sedangkan menurut hak ulayat,  pulau tiga masih dalam wilayah Mimika asli, sehingga batas Mimika dan Asmat adalah di Pulau Tutumapero.

Disebut Pulau Tiga dikarenakan adanya tiga gugusan pulau yang berdekatan. Pulau Tiga pun selalu dijadikan persinggahan oleh kawanan Burung Plikan Imigrasi dari Negara Australia. Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Desa Ohotya yang juga menjabat sebagai Kepala Suku Kristianus Irahewa saat mendampingi rombongan observasi pada Jumat (29/7).

Dirinya menjelaskan bahwa, hal yang membuat pengunjung atau siapa pun yang mendengarkan tentang Pulau Tiga, karena adanya Burung Plikan. Dimana, setiap hari burung ini selalu berkumpul secara bergerombolan dengan jumlah yang banyak di pesisir pantai Pulau Tiga.

 “Dinamakan Pulau Tiga, karena ada tiga pulau yang berdekatan. Kemudian di pulau ini juga sering dijadikan sebagai tempat persinggahan Burung Plikan asal Australia,” katanya.

Dijelaskan, masyarakat Ohotya juga sering menjaring ikan di pulau  ini, ketika air teduh yakni pada Bulan Mei hingga Juni. Sedangkan  ketika masuk Bulan Juli hingga Oktober, maka gelombang laut akan tinggi mencapai 7 meter.

Ia pun menerangkan, di pulau ini banyak sekali jenis ikan yang terjaring ketika  mereka menebar jaring atau jalah, seperti Ikan Kakap, Mulitikus, Lasi, tenggiri, Mangawang atau Hiu, serta beberapa jenis lainnya.

Di Pulau Tiga juga sudah dibangun  tower mercusuar yang berfungsi sebagai navigasi bagi kapal – kapal yang melintasi, namun tower yang dibangun beberapa tahun silam ini sudah miring karena adanya abrasi pulau tersebut.

“Menara ini dulunya ada di daratan, tetapi karena air laut sudah mengikis tanah pada daratan dimana dibangun manara suar ini, maka sekarang sudah miring, bahkan kelihatan tidak akan lama akan roboh ,” ujar Kepala Dusun I Ohotya Yonas Aniparo, yang juga memandu tim observasi menuju Pulau Tiga.

Kristian dan Yonas mewakili seluruh warga Ohotya mengharapkan agar kepada tim observasi bisa mempromosikan Pulau Tiga sebagai tempat wisata unik bagi siapa saja yang ingin menikmati suasana pantai.

Keduanya pun mengharapkan Pemerintah Kabupaten Mimika bisa mengembangkan potensi alam Pulau Tiga, untuk dijadikan aset pariwisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat Ohotya.

“Semoga tim observasi serta Pemkab Mimika bisa mengelolah  Pulau Tiga sebagai tempat wisata, sehingga bisa menjadi tujuan wisata lokal atau pun manca negara,” ungkap mereka. (Cr1)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us