Home » » SLB Timika Tidak Memiliki Fasilitas Meubeler

SLB Timika Tidak Memiliki Fasilitas Meubeler

SAPA (TIMIKA) – Walaupun Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Timika, yang beralamatkan di Jalan poros Limau Asri (SP 5) sudah difungsikan. Namun sekolah tersebut belum memiliki fasilitas, khususnya meubeler.

Kepala SLBN Timika, Irwanto Paerunan,S.Pd.M.Ps saat ditemui Salam Papua di sekolahnya, Rabu (10/8) mengatakan, karena meubeler seperti meja dan kursi tidak ada. Maka para siswa yang belajar pun selalu melantai.

“Karena meubeler tidak ada, maka guru selalu masuk sekolah terlebih dahulu, untuk membersihkan dan mengepel lantai. Setelah itu barulah siswa masuk untuk mengikuti pembelajaran,”katanya.

Lanjutnya, walaupun sekolah tersebut tidak memiliki fasilitas meubeler. Ditambah dengan setiap mengajar, guru hanya menggunakan papan tulis dan spidol. Namun tidak menyurutkan 31 31 siswa untuk tetap belajar. 

“+
Kekurangan yang ada pada sekolah, tidak menyurutkan orang tua siswa, untuk memberikan motivasi kepada anaknya. Ini terlihat, dengan orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah,”ujarnya.

Ia menambahkan, dari 31 siswa yang bersekolah disini, terbagi dalam lima kelas, yakni tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, dan tuna algus. Dengan kondisi ini, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perlengkapan fasilitas meubelernya di sekolah. Karena sangat dibutuhkan para siswa maupun tenaga guru.
“ Saya berharap agar ada perhatian dari pemerintah, terkait kekurangan meubeler ini,”ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kadispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni O.Usmani saat dikonfirmasi melalui teleponenya, Rabu (10/8) mengatakan, terkait dengan meubuler dan fasilitas pendukung yang ada di SLBN Timika, dirinya belum mengetahui persis. Karena tidak ada anggaran apapun dalam DPA Dispendasbud 2016 ini.

“Saya baru menjabat sebagai Kadispendasbud tahun ini, sehingga benar-benar belum mengetahui sejauh mana pengurusan sekolah tersebut. Saya pikir SLB itu urusan Provinsi Papua sehingga tidak ada laporan ke kami,”tutur Jenni. (Ervi Ruban)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us