Home » , , » Anngota Dewan Kecam Pencabulan Anak Dibawah Umur

Anngota Dewan Kecam Pencabulan Anak Dibawah Umur

Mathius Uwe Yanengga


SAPA (TIMIKA) – Anggota Dewan dari komisi A DPRD Mimika, Mathius Uwe Yanengga mengecam tindak kriminal pencabulan yang terjadi dan dilakukan seorang ayah terhadap anaknya dan sering terjadi di Mimika. Para pelaku tindak kejahatan pencabulan diminta untuk diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya, sehingga dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan juga yang lainnya.

“Ini kembali ke perilaku orang tua, kalau anak itu banyak pergaulan bebas, itu kesalahan ada di anak, karena orang tua tidak mendidik. Tapi kalau kejadian itu bermula dari orang tua, berarti harus ada efek jera, terutama perlindungan anak atau organisasi yang bergerak di bagian perlindungan anak,” kata Yanengga digedung DPRD Mimika, Kamis (15/9).

Tindak kriminal pencabulan anak menurut dia sering terjadi dan pelakunya merupakan orang terdekat korban. Organisasi yang bergerak dibidang perlindungan anak diminta dan harus berperan aktif serta bekerjasama dengan pihak terkait untuk menekan tingkat kekerasan terhadap anak. Komisi A yang membidangi Polhukam, meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas.

Hukuman bagi para pelaku pencabulan dikatakan sudah jelas, selanjutnya penerapan hukumnya pun harus dilakukan. Karena dampak dari aksi pencabulan akan membuat korban mengalami gangguan psikologi akibat kekerasan yang dialaminya. Selain itu kepada orang tua agar sadar dan tidak melakukan kejadian serupa pada anaknya.

“Sekarang ini penegak hukum harus memberikan suatu sanksi yang seberat-beratnya sehingga orang-orang tua ini sadar,” katanya.

Mathius meminta kepada pihak terkait untuk lebih berperan aktif baik penanganan kasus pencabulan serta kekerasan terhadap anak dibawa umur, dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi. Dan kepada korban agar dapat di dampingi untuk memulihkan kondisinya dari trauma yang dialami.

“Justru mereka ini organisasi yang harus berperan lebih aktif, baik penanganan kasus atau sosialisasi, untuk membuat korban ini terbantu dan memulihkan anak itu dari trauma. Karena korban dari kasus seperti itu akan trauma, jadi organisasi harus berperan aktif,” jelasnya (Ricky Lodar).

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us