Home » , , , » Dishubkominfo Mimika Tertibkan Pelabuhan Liar

Dishubkominfo Mimika Tertibkan Pelabuhan Liar

Ilustrasi

SAPA (TIMIKA)  - Maraknya pelabuhan liar yang berada di sepanjang sungai Poumako membuat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Mimika akan menertibkannya. Hal ini ditegaskan, Kepala Dishubkominfo Johannes Rettob kepada wartawan, Sabtu (17/9).

Rettob menjelaskan, pelabuhan liar yang dimaksud adalah, pelabuhan yang dikelolah secara individu, tanpa memiliki dokumen yang resmi.

“Ada sekitar 17 pelabuhan yang belum memiliki dokumen yang sah. Pelabuhan liar ini ialah, pelabuhan yang dikelolah sendiri. Termasuk pelabuhannya Pak Mitro,” kata Rettob usai kegiatan Jalan Santai dalam rangka Hari Perhubungan Nasional, di Kantor Dishubkominfo.

Menurutnya, dari sekian banyak pelabuhan di Poumako, hanya empat pelabuhan yang memiliki ijin resmi yaitu, Pelabuhan Amamapare, Pelabuhan Perak, Pelabuhan Samudera, dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI).

Sedangkan, dua pelabuhan milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), dan pelabuhan milik Pertamina masih sementara dalam pengurusan ijin.

“Selama ini hanya empat pelabuhan yang sah yaitu, Pelabuhan Amamapare, Perak,  Samudera dan perikanan. Sedangakan dua pelabuhan  yaitu, Pelabuhan LPMAK, dan Depot BBM masih sementara dalam pengurusan dokumen,” ujar Rettob.

Untuk pelabuhan milik LPMAK, kata Rettob, sebenanrnya telah mengurus ijin, tetapi ijin yang diajukan salah.

“Pelabuhan LPMAK  pernah proses surat-suratnya, mereka minta ijin tetapi ijinya  itu  salah dan sementara ini lagi dalam proses perbaikan. Memang  jika dilihat Pelabuhan LPMAK ini mereka bangun dulu baru minta ijin, tetapi karena menbantu masyarakat jadi kita pikir ok lah, kitapun sudah langsung tinjau,”terang Rettob.

Dijelaskan, penertiban pelabuhan liar  ini sengaja dilakukan agar dapat mencegah berbagai penyelundupan. Pasalnya, pelabuhan tersebut tidak ada pengawasan.

Akan tetapi, dari sekian pelabuhan yang akan ditertibkan, ada lima pelabuhan yang nanti diberikan kelonggaran untuk tetap beroperasi, hingga menunggu perbaikan Pelabuhan Samuderan dan Pelabuhan Perak selesai.

 “Inikan rawan sekali, rawan penyelundupan karena tidak ada pengawasan. Kita juga sudah menentukan ada beberapa titik sementara yang akan kita tutup. Nanti lima titik yang kita masih berikan kelongaran untuk beroperasi saja dulu, sambil menunggu pelabuhan Samudera dan Perak betul-betul baik dulu, namun itu akan kami awasi terus,” kata Rettob. (Indri Yani Pariury)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us