Home » , , » Ratusan Umat Muslim Ikuti Sholat Idul Adha di Lapangan Mako Lanud Timika

Ratusan Umat Muslim Ikuti Sholat Idul Adha di Lapangan Mako Lanud Timika

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Mako Lanud Timika.

SAPA (TIMIKA) – Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1437 Hijriah di Kabupaten Mimika pada 2016 ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya, pelaksanaan Sholat Idul Adha dilaksanakan di Lapangan Timika Indah. Namun untuk tahun  ini dilakanakan di Lapangan Markas Komando Pangkalan Udara (Makod Lanud) Timika, Senin (12/9) pagi.

Ratusan umat muslim di Kota Timika mulai mendatangi Mako Lanud Timika untuk melaksanakan Sholat Ied sejak pukul 06.00 WIT. Mereka yang datang ini dengan mengendarai roda dua, roda empat, dan berjalan kaki.

Sementara pelaksanaan Sholat Ied dimulai pukul 07.30 WIT, yang dipimpin Imam Nurul Alam dan khotib H Abdul Wahab.

Sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha 1437 H diawali dengan laporan dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, yang disampaikan oleh Sekretaris PHBI, Roni Irnawan. Dimana dalam laporannya menyampaikan tentang penerimaan hewan kurban, baik dari Pemkab Mimika, Yayayasan Masyarakat Muslim (YMM) PT Freeport Indonesia (PTFI) area lowland Kuala Kencana, Gubernur Papua, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Bendahara PHBI Mimika, yang berjumlah 47 ekor sapi. Sementara hewan kurban yang disembelih di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh Timika sebanyak 121 ekor sapi dan 57 kambing.

Selain itu Sekretaris PHBI juga melaporkan tentang pemenang lomba pawai takbir kendaraan hias pada takbir keliling Idul Fitri 1437 H. Dimana juara harapan ketiga DKM Nurul Hidayah, juara harapan kedua DKM Al Akbar, juara harapan satu DKM Al Furqonketiga, juara ketiga DKM Al A’raf, juara kedua DKM Al Aqso, dan juara pertama DKM Al Multazam.

Sementara Ketua PHBI Mimika, La Itam Gredenggo dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Mimika, Lanud Timika, Polres Mimika, FKUB, dan pihak terkait yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha. Dimana dalam pelaksanaan Sholat Ied di Lanud Timika ini dilaksanakan dengan tertib dan rasa aman. Karena selain pelaksanaan Sholat Ied yang dipusatkan di Mako Lanud Timika, juga dilaksanakan di seluruh masjid yang ada di Timika.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah mendukung kelancaran dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha 1437 H di Kabupaten Mimika. Tanpa ada dukungan semua pihak, pelaksanaan Sholat Idul Adha ini tidak bisa berjalan lancar,”tuturnya.

Sedangkan Khotib H Abdul Wahab dalam khutbahnya menyampaikan, Idul Adha merupakan bentuk syukur kita atas karunia yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim AS. Dimana seluruh umat Islam di seluruh dunia merayakan Sholat Idu Adha. Namun sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha ini, tepatnya pada 9 Dzulhijah, umat muslim yang merayakan Ibadah Haji melaksanakan Wukuf di Padang Arafah.

“Pada saat Wukuf tersebut, jutaan jamaah haji menggunakan pakaian ihram serba putih. Ini menunjukkan, bahwa dimata Allah SWT kita semua sama. Yang membedakan adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,”jelasnya.

Ia mengatakan, pada Idul Adha ini kita bisa memetik empat hikmah dalam kehidupan kita, yang sudah diajarkan Nabi Ibrahim AS. Yang pertama adalah berbaik sangka kepada Allah SWT. Dimana Nabi Ibdahim AS selalu mengikuti perintah Allah SWT, tanpa ada rasa mengeluh sedikitpun. Karena apapun yang diperintah Allah SWT, untuk kebaikan umatnya.

Kedua, mencari rejeki yang halal. Ini dikisahkan oleh istri Nabi Ibrahim AS, dimana setelah ditinggal Nabi Ibrahim AS, makanan dan minuman sudah mulai habis. Dan Siti Hajar pun mencari dengan tidak mudah menyerah untuk mendapatkan makanan dan air. Alhasil, Siti Haja menemukan sumber air yang sampai sekarang masih ada dan sering dikenal dengan Zam-zam.

“Ini membuktikan, bahwa apapun yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Dan diniatkan karena Allah SWT, maka akan mendapatkan berkah,”tuturnya.

Ketiga, berkurban untuk Allah SWT. Ini ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS yang mengurbankan anaknya sendiri, yakni Nabi Ismail AS. Dan yang keempat adalah mendidik keluarga. Nabi Ismail tidak akan menjadi anak penyabar kalau tidak mendapatkan didikan dari Siti Hajar. Siti Haja juga tidak akan sabar apabila tidak didik Nabi Ibrahim AS. Serta Nabi Ibrahim AS tidak akan sabar kalau tidak didik oleh Allah SWT.

“Karena itu apa yang sudah dikisahkan oleh Nabi Ibrahim As, untuk dicermati dan ditauladani dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena apa yang diperintahkan oleh Allah SWT akan baik untuk umatnya,”ungkapnya. (Red/Acik)

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us