Home » » Yali Wenda dan Alfares Kapisa Masi Menderita Akibat Pemukulan

Yali Wenda dan Alfares Kapisa Masi Menderita Akibat Pemukulan

 Yali Wenda dan Alfares Kapisa Masi Menderita Akibat Pemukulan
Published: April 15, 2014, 6:01 am
Author: kontras papua
Topics:
BERITA
Jayapura - Yali Wenda dan Alfares Kapisa yang disiksa oleh aparat kepolisian Polres Jayapura pada tanggal 2 April 2014 saat mebubarkan paksa aksi damai mahasiswa tergabung dalam solidaritas mahasiswa untuk pembebasan Tapol Napol Papua sampai saat ini masih menderita sakit.

Yali Wenda mengalami sakit di bagian dada, tulang belakang, dagu, pundak, kepala bagian belakang tulang-tulang terasa sakit dan rasa pusing ketika berdiri lama.

Hal yang sama juga dialami oleh Alfares Kapisa. Yali menjelaskan Alfares Juga mengalami sakit di bagian dada dan kepala dan di beberapa bagian tubuh yang dapat pukulan keras, namun ia tidak mau berobat di Rumah Sakit.

Kedua Mahasiwa dipukul dan disiksa oleh aparat Dalmas Polresta Jayapura saat ditangkap dan ditahan selama sekitar satu jam di Gapura Uncen Waenan dan dipukul dan di setrom di atas truk DALMAS selama perjalanan menuju Polresta Jayapura.

Selasa 14 April 2014, Sekitar pukul 12.20, Nehemia Yarinap, staf KontraS Papua mengantar Yali Wenda ke dokter penyakit dalam, rumah sakit  Dian Harapan Waena, untuk melakukan pemeriksaan.

Dokter meminta hasil ronsen, namun Yali mengatakan sudah lalukan ronsen pada 3 April lalu saat lakukan fisum di RS. Dian Harapan, namun hasilnya tidak diambil karena pihak rumah sakit nengatakan harus ada surat dari kepolisian.

Setelah mendengar hal tersebut, dokter hanya melakukan pemeriksaan terhadap Yali. Dari hasil pemeriksaan, dokter menjelaskan tidak ada luka berat seperti benturan atau pata tulang, namun hanya mengalami sakit ringan  sehingga hanya memberikan resep untuk beli obat. Yali beli obat di Apotik lalu diantar pulang oleh tiga temannya.

Alfares dan Yali bersama teman-teman mahasiswa lainya mengatakan, tidak mau minta surat dari kepolisian untuk ambil hasil fisum karena pelaku kekerasan adalah aparat kepolisian sendiri. Mereka juga menilai dokter juga melakukan kerja sama dengan aparat keamanan sehingga kedua mahasiswa dipersulit untuk ambil hasil fisum.***



Citation
papua, k. (2014). Yali Wenda dan Alfares Kapisa Masi Menderita Akibat Pemukulan. Retrieved from http://www.trunity.net/kontraspapua/view/news/534ce8b00cf226e0bdbfc891

0 comments:

Post a Comment

KIRIM ARSIP

Silahkan kirim arsip berita anda ke berita@papua.us